Minggu, 21 Agustus 2022

Kegiatan Literi SMP Negeri 31 Kota Bekasi: Mempertajam Intuisi

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menulis adalah mempertajam intuisi. Cara mempertajam intuisi bisa dilakukan dengan membaca berbagai referensi baik dari media cetak maupun media daring. Dengan membaca informasi, diharapkan kosakata seseorang dapat bertambah, begitu juga dengan pengetahuannya. Cara kedua untuk mempertajam intuisi adalah dengan memperhatikan lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar dengan aneka ragam makhluk dan benda di dalamnya dapat kita perhatikan dan selami agar intuisi dapat terasah. Kedua hal tersebut jika dilakukan akan memperkaya pengalaman batin kita. Masih ingat dengan ungkapan, diri kita adalah sumber penciptaan karya yang tidak pernah habis. 

Oleh karena itu, pada kegiatan literasi SMP Negeri 31Kota Bekasi (22/08), Pembina Literasi, Iis Nia Daniar, Gr., S.S., M.Pd. mengajak para siswa untuk mempertajam intuisi. Hal tersebut bertujuan agar hasil karya para siswa baik berupa tulisan maupun gambar dapat lebih ekspresif.

 Dengan cara seperti itu juga diharapkan pembelajaran tentang sastra dan kesusastraan pada fase D di era kurikulum merdeka belajar dapat lebih mudah pengejawantahannya. Beberapa guru yang kesulitan dalam menyampaikan materi yang berkaitan dengan karya, khususnya sastra dan karya berupa ilustrasi, dapat lebih mudah untuk membuat penugasan berupa projek. 

Kamis, 06 Mei 2021

SELESAI SEBELUM USAI

Sesudah gaung Illahi,

 Porak mementas

Genderang meracau

Darah mendidih

Wajah blingsatan

Jantug berlari 

 

Air belum sampai ke kerongkongan

Kenduri usai

 

Sesukamu seperih

Seperihmu semati

Semogamu sesukar

 

Senyap merayap 

Hampa merajam

mengulang layar sesepi

 

7 Mei 2021

 



Jumat, 29 Mei 2020

Covid-19: Masyarakat Bandel?


Oleh: Iis Nia Daniar, S.S., M.Pd., Gr.
Di awal penyebaran virus covid-19, pemberitaan luar negeri menyebut bahwa pemerintah lambat bahkan ada yang merasiokan angka sebenarnya kasus covid-19 yang terjadi di Indonesia seolah tidak percaya dengan data yang sudah dipublikasikan. Itu sah-sah saja karena dalam demokrasi, Indonesia sangat menghormati kebebasan berpendapat. Kalau diamati, kritikan-kritikan dari luar, sangat bermanfaat bagi pengambilan kebijakan dalam usaha menangani kasus virus tersebut. 
Banyak hal yang sudah dilakukan pemerintah setempat untuk meminimalkan penyebaran virus covid-19 ini. Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah setempat di antaranya adalah menyosialisasikan cuci tangan, jaga jarak (social distancing), karantina wilayah, hingga PSBB. Namun, semua hal tersebut tampaknya tidak berpengaruh bagi sebagian besar masyarakat sehingga menyebabkan penyebaran virus tidak terlalu terkendali. Kasus covid-19 yang tercatat sampai Kamis, 14 Mei 2020 berjumlah 16.006, itu adalah angka yang masih besar, walaupun kecil bila dibandingkan dengan Amerika. (https://ternate.tribunnews.com/2000-per-14-mei-2000). 
Mengapa dikatakan bahwa langkah-langkah yang diambil dalam penanganan virus tidak terlalu berpengaruh bagi sebagian masyarakat? Realitas yang ada pada salah satu kota di Jawa Barat yang termasuk daerah zona merah masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas seperti biasa walaupun beberapa fasilitas umum diperketat bahkan ditutup. Masyarakat tetap berkumpul bahkan sepengetahuan pihak RT/RW baik hanya sekadar kongkow-kongkow, maupun melakukan ibadah bersama. Bukan hanya itu, bulan Ramadhan biasanya masyarakat melakukan  ngabuburit, aktivitas tersebut tetap berlangsung walaupun di tengah pandemi saat ini. Mereka seolah tidak takut dengan covid -19. Padahal virus tersebut bisa saja mengancam orang-orang yang dicintaiya termasuk jiwa mereka sendiri. 

Dokumentasi Pribadi
Pemerintah setempat memang sudah mengimbau secara mobile ke pelosok-pelosok daerah untuk menggunakan masker, bahkan kebijakan melengkapi petugas dengan bambu dalam upaya mengontrol masyarakat yang masih “bandel”, tetapi agaknya langkah-langkah yang sudah dilakukan masih belum bisa “memenjarakan” keinginan sebagian masyarakat untuk berkumpul atau hanya sekadar “cari angin”. Apa yang sebenarnya terjadi?
Dari segi kodrat manusia adalah homo fabulans, yaitu manusia yang menyukai cerita. Jadi, sangat wajar jika masyarakat masih tetap berkumpul dan berinteraksi secara dekat. 
Kekhawatiran masyarakat terhadap virus covid -19 tidak terlalu kuat karena melihat “kanan-kiri”. Yang dimaksud melihat “kanan-kiri”  adalah masyarakat yang hidup di era 4.O saat ini menyerap banyak informasi seperti berita masuknya TKA asal Cina, masih ada pabrik yang beroperasi, beda istilah antara mudik dan pulkam, sampai dengan ASN dan non-ASN yang tidak lagi WFH (Working From Home). Mereka seolah terstimulus dengan berita yang ada. Hal tersebut terjadi karena sebagian masyarakat hanya membaca teks berdasarkan teks, bukan teks berdasarkan konteks dan koteks. Namun, hal ini pun bukan kesalahan mereka sepenuhnya karena aktivitas pemenuhan kebutuhan hidup lebih besar dibandingkan dengan aktivitas berliterasi. Sebagian masyarakat baik masyarakat dengan tingkat pendidikan yang lumayan tinggi, maupun masyarakat awam hanya tidak siap menerima laju informasi yang deras. Ketidaksiapan menyambut informasi ini boleh jadi disebabkan oleh minat literasi yang hanya 50%. Jadi, mereka membaca  teks, tetapi tidak secara keseluruhan karena sudah datang informasi berikutnya sehingga informasi yang didapat bertumpuk dan sulit mendapatkan inti dari teks-teks tersebut.
Selain yang diungkapkan di atas, hal yang terjadi adalah berkaitan dengan “perut”. Sudah menjadi ungkapan umum orang bisa melakukan apa saja demi memenuhi kebutuhan perut. Hal inilah yang terjadi pada masyarakat nonpegawai tetap. Mereka bukan berarti tidak takut tertular atau menularkan virus pandemi ini, melainkan mereka harus bertahan hidup juga dengan mengisi perut. Memang ada bantuan dari pemerintah setempat, tetapi lagi-lagi bayak kasus yang terjadi perihal bantuan ini sehingga bukanlah kesalahan masyarakat juga untuk tidak mengikuti aturan berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang sudah diambil.

Dokumentasi Pribadi
Hal-hal tersebut menjadi dilematis bagi pemerintah yang ingin melindungi masyarakatnya. Mungkin kebijakan penanganan covid-19 ini harus menggunakan berbagai macam pendekatan, khususnya ekonomi. Selain itu pengetahuan masyarakat tentang virus pandemi harus lebih gencar lagi dipublikasikan dengan retorika yang pas agar kesadaran melindungi diri sendiri dan keluarga dapat tumbuh.























Senin, 01 April 2019

Meminimalisasikan Kata “Oh, ...!" Setelah Membaca Teks Berita


Oleh: Iis Nia Daniar

Pemberitaan Pesawat Jet Pribadi yang sering Dipakai Syahrini Bakal Digerebek, Pelakunya Di-Unfollow Inces yang ditulis pada bangkapos.com adalah contoh teks berita yang melahirkan kata "Oh" setelah pembaca menjelajahinya. Judul teks berita tersebut menyiratkan hal yang dianggap sesuatu bersifat tindakan penyidikan dari pihak yang berwenang. Namun, setelah dibaca secara lengkap, isi berita itu tidak menyiratkan adanya sebuah penyelidikan yang bersifat serius, tetapi hanya berupa penjelasan tentang tayangan yang akan diluncurkan pada sebuah media. Perhatikan teks di atas!
Acapkali seorang pembaca tertarik pada sebuah berita hanya karena membaca judulnya, padahal judul yang tertera tidak sesuai dengan isi yang dibayangkan pembaca. Pembayangan pembaca sebelum membaca ini adalah pembuktian bahwa manusia dikuasai arus bawah sadar.
Arus bawah sadar yang mendominasi pemikiran manusia kadang-kadang menjebak manusia itu sendiri dalam situasi yang tidak menyenangkan. Pembaca telah dibawa ke alam bawah sadar sejak dari judul, tetapi pembaca segera tersadar bahwa berita tersebut hanya sebatas iklan akan adanya tayangan baru yang berkaitan dengan Syahrini ketika membaca paragraf berikut.
Terkait Syahrini, Hotman Paris Hutapea mengaku punya proyek postingan Youtube yang berhubungan dengan istri Reino Barack itu. Bahkan gara-gara proyek ini, Hotman harus membiarkan sang istri berliburan sendiri ke Tokyo. Proyek video yang saat digarap Hotman rupanya soal pesawat jet pribadi yang sering dipakai oleh Syahrini.

Sebenarnya kembalinya kesadaran pembaca akan esensi sebenarnya dari sebuah berita ini merupakan sebuah kekecewaan meskipun tingkat kekecewaannya tidak terlalu besar. Pembaca hanya akan mengucapkan kata “Oh, ...!” dalam hatinya karena ada ketidaksesuaian antara penggambaran di benak dengan isi berita. Keadaan seperti ini membuat penurunan rasa karena ekspektasi yang bertentangan.
Berikut disajikan kembali teks berita yang dapat memunculkan kata “Oh, ...!” dalam benak pembaca. Kata “Oh” ini lebih masif menyerang pembaca yang tengah menunggu hasil pengumuman sebagai peserta seleksi PPPK tahap 1.
Penggunaan kata update pada judul berita di bawah ini sudah menciptakan bayangan dalam benak pembaca yang tidak sesuai dengan isi teks. Kata update dalam bahasa Indonesia berarti ‘pembaharuan’. Kata pembaharuan bermakna berita terbaru dalam konteks kalimat judul tersebut. Namun, kata “Oh” kembali muncul setelah pembaca membaca paragrap pembuka dari teks berita tersebut.

Dari sudut pembaca hal tersebut adalah “kekecewaan”, tetapi dari sudut penulis berita hal tersebut adalah keberhasilan. Penulis berita sudah dianggap berhasil dalam menuliskan judul karena dapat memprovokasi arus bawah sadar sehingga pembaca membangun sendiri isi berita. Hanya dengan membaca judul berita pembaca dapat membayangkan isi berita, hal inilah yang membuat munculnya kata “Oh, ...!” dalam benak pembaca sendiri.
Judul sebuah berita memang harus dapat menarik pembaca. Akan tetapi, pemberian judul pada isi berita diharapkan terdapat kesesuaian dengan isi berita sehingga kepercayaan pembaca pada berita-berita yang berseliweran di media dapat dikembalikan. Pengembalian kepercayaan pembaca tersebut berkaitan dengan maraknya berita-berita hoax. Seorang pembaca yang kritis tentu akan menganalisis dan menyortir media-media yang layak dibaca pemberitaannya. Hal tersebut tentu akan berdampak pada popularitas media-media itu sendiri.
Keterampilan membaca teks seperti ini telah dilaksanakan di sekolah-sekolah dengan menggerakkan kegiatan literasi sebagai satu di antara alat untuk meningkatkan keterampilan para siswa di abad 21. Oleh karena itu, guru sebagai stick holder pendidikan wajib meningkatkan keterampilan membaca wacana yang hanya bukan sekadar teks. Dalam pengertian seorang guru pada pendidikan dasar harus mampu melihat  teks secara pragmatis.
Dengan menambah pengetahuan dalam penganalisisan wacana, seorang guru dapat  mentransformasikannya kepada siswa melalui kegiatan literasi. Dampak kegiatan ini akan dirasakan secara langsung oleh para siswa. Para siswa akan termotivasi untuk melihat wacana bukan hanya sekadar tulisan dengan makna lugas, melainkan mereka akan mampu menganalisis makna tersembunyi dari teks tersebut. Bukan hanya itu mereka juga akan mampu menyortir berita-berita yang dianggap hoax.
Dengan demikian,  literasi teks secara pragmatis sangat diperlukan dalam peningkatan keterampilan para siswa di abad digital ini sehingga kaitan kata “Oh” dapat diminimalisasikan.

Kamis, 28 Maret 2019

Meminimalisasikan Kata “Oh, ...! Setelah Membaca Teks Berita


           
Oleh: Iis Nia Daniar
Text Box: Gosipi
Gosip Selebriti
Pesawat Jet Pribadi yang Sering Dipakai Syahrini Bakal Digrebek, Pelakunya Pernah Di-unfollow Inces
Selasa, 19 Maret 2019 08:17

Tribun
Syahrini 
BANGKAPOS.COM -- Hubungan pertemanan antara pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dan Syahrini dikabarkan merenggang. Bahkan Instagram Hotman Paris sempat di-unfollow oleh 'Inces', namun kini keduanya kembali terhubung di Instagram.
Terkait Syahrini, Hotman Paris Hutapea mengaku punya proyek postingan Youtube yang berhubungan dengan istri Reino Barack itu.
Bahkan gara-gara proyek ini, Hotman harus membiarkan sang istri berliburan sendiri ke Tokyo.
Proyek video yang saat digarap Hotman rupanya soal pesawat jet pribadi yang sering dipakai oleh Syahrini.
"Tgl 19 maret 2019 !Ny Hotman baru tiba di Tokyo liburan di bayarin Bank BNI . Nasib hotman tdk bisa ikut krn sedang garap proyek postingan Youtube: Grebek pesawat Jet Pribadi yg sering di pakai Syahrini! Ok nyonya nikmatin liburan Jepangmu! Nasibku kerja mulu! Jangan lupa subscribe my youtube: hotman paris official," posting Hotman.
Diberitkan sebelumnya, pengacara kondang tersebut sempat  di-unfollow Syahrini.
Di Instagram, Hotman Paris sempat dihapuskan dari daftar pertemanan dengan Syahrini.
Dipantau TribunJatim.com dari akun masing-masing beberapa saat lalu, laman Instagram di section pengikut Syahrini memang tak ada nama Hotman Paris.
Tetapi sebaliknya, Hotman Paris masih tetap setia mengikuti Instagram istri Reino Barack itu.
Hal tersebut tentu saja berbanding dengan pernyataan keduanya yang mengaku sebagai teman dekat.
Halaman selanjutnya 
Oleh: Iis Nia Daniar, S.S., M.Pd.
Pemberitaan Pesawat Jet Pribadi yang sering Dipakai Syahrini Bakal Digerebek, Pelakunya Di-Unfollow Inces yang ditulis oleh Teddy M. (Tea) dengan editor Teddy Malaka pada bangkapos.com adalah contoh teks berita yang mengandung unsur keambiguan. Judul teks berita tersebut menyiratkan hal yang dianggap sesuatu bersifat tindakan penyidikan dari pihak yang berwenang. Namun, setelah dibaca secara lengkap, isi berita itu tidak menyiratkan adanya sebuah penyelidikan yang bersifat serius, tetapi hanya berupa penjelasan tentang tayangan yang akan diluncurkan pada sebuah media. Perhatikan teks di atas!
Acapkali seorang pembaca tertarik pada sebuah berita hanya karena membaca judulnya, padahal judul yang tertera tidak sesuai dengan isi yang dibayangkan pembaca. Pembayangan pembaca sebelum membaca ini adalah pembuktian bahwa manusia dikuasai arus bawah sadar.
Arus bawah sadar yang mendominasi pemikiran manusia kadang-kadang menjebak manusia itu sendiri dalam situasi yang tidak menyenangkan. Pembaca telah dibawa ke alam bawah sadar sejak dari judul, tetapi pembaca segera tersadar bahwa berita tersebut hanya sebatas iklan akan adanya tayangan baru yang berkaitan dengan Syahrini ketika membaca paragraf berikut.
Terkait SyahriniHotman Paris Hutapea mengaku punya proyek postingan Youtube yang berhubungan dengan istri Reino Barack itu. Bahkan gara-gara proyek ini, Hotman harus membiarkan sang istri berliburan sendiri ke Tokyo. Proyek video yang saat digarap Hotman rupanya soal pesawat jet pribadi yang sering dipakai oleh Syahrini.

Sebenarnya kembalinya kesadaran pembaca akan esensi sebenarnya dari sebuah berita ini merupakan sebuah kekecewaan meskipun tingkat kekecewaannya tidak terlalu besar. Pembaca hanya akan mengucapkan kata “Oh, ...!” dalam hatinya karena ada ketidaksesuaian antara penggambaran di benak dengan isi berita. Keadaan seperti ini membuat penurunan rasa karena ekspektasi yang bertentangan.
Berikut disajikan kembali teks berita yang dapat memunculkan kata “Oh, ...!” dalam benak pembaca. Kata “Oh” ini lebih masif menyerang pembaca yang tengah menunggu hasil pengumuman sebagai peserta seleksi PPPK tahap 1.
Penggunaan kata update pada judul berita di bawah ini sudah menciptakan bayangan dalam benak pembaca yang tidak sesuai dengan isi teks. Kata update dalam bahasa Indonesia berarti ‘pembaharuan’. Kata pembaharuan bermakna berita terbaru dalam konteks kalimat judul tersebut. Namun, kata “Oh” kembali muncul setelah pembaca membaca paragrap pembuka dari teks berita tersebut.




Text Box: Update Pengumuman PPPK dan Pertek NIP CPNS
Senin, 18 Maret 2019 13:19

sscasn.bkn.go.id
Pendaftaran PPPK 2019 
TRIBUNJOGJA.COM - Pengumuman hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K) belum dilakukan hingga kini, Senin (18/3/2019).
Sedangkan jumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 yang telah mendapat Pertimbangan Teknis (Pertek) NIP telah mencapai 133.495 orang.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) di akun Twitternya menjelaskan, saat ini Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) masih bekerja untuk menuntaskan pengumuman PPPK tahap pertama.
BKN mengimbau agar para pendaftar selalu memantau kanal media sosial resmi instansi tersebut, baik melalui Facebook, Twitter, Instagram ataupun Youtube.
Baca: Pak Ndul Ahlinya-Ahli, Intinya-inti dan Core of The Core Warga Madiun, Perjalanan Menemukan Karakter
Baca: Dokter Bingung Lihat Bocah Bangkit Lagi Setelah 110 Menit Tak Bernafas dan Tanpa Detak Jantung
Sedangkan untuk Pertek NIP CPNS 2018, per hari ini sebanyak 133.495 orang telah mendapatkan Pertek NIP dari BKN.
Pertek NIP tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi instansi untuk membuat Surat Keterangan (SK) pengangkatan sebagai CPNS.
Untuk update Pertek NIP masing-masing instansi dapat dilihat di laman bkn.go.id dengan memilih menu Update Pertek NIP.
Atau langsung klik tautan ini.
Panselnas Menunggu Usulan Ulang Formasi PPPK
Sebelumnya, Panselnas P3K masih menunggu usulan ulang formasi PPPK tahap satu yang disesuaikan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Update Pengumuman PPPK dan Pertek NIP CPNS, http://jogja.tribunnews.com/2019/03/18/update-pengumuman-pppk-dan-pertek-nip-cpns.
Penulis: say 
Editor: ton
Dari sudut pembaca hal tersebut adalah “kekecewaan”, tetapi dari sudut penulis berita hal tersebut adalah keberhasilan. Penulis berita sudah dianggap berhasil dalam menuliskan judul karena dapat memprovokasi arus bawah sadar sehingga pembaca membangun sendiri isi berita. Hanya dengan membaca judul berita pembaca dapat membayangkan isi berita, hal inilah yang membuat munculnya kata “Oh, ...!” dalam benak pembaca sendiri.
Judul sebuah berita memang harus dapat menarik pembaca. Akan tetapi, pemberian judul pada isi berita diharapkan terdapat kesesuaian dengan isi berita sehingga kepercayaan pembaca pada berita-berita yang berseliweran di media dapat dikembalikan. Pengembalian kepercayaan pembaca tersebut berkaitan dengan maraknya berita-berita hoax. Seorang pembaca yang kritis tentu akan menganalisis dan menyortir media-media yang layak dibaca pemberitaannya. Hal tersebut tentu akan berdampak pada popularitas media-media itu sendiri.
Keterampilan membaca teks seperti ini telah dilaksanakan di sekolah-sekolah dengan menggerakkan kegiatan literasi sebagai satu di antara alat untuk meningkatkan keterampilan para siswa di abad 21. Oleh karena itu, guru sebagai stick holder pendidikan wajib meningkatkan keterampilan membaca wacana yang hanya bukan sekadar teks. Dalam pengertian seorang guru pada pendidikan dasar harus mampu melihat  teks secara pragmatis.
Dengan menambah pengetahuan dalam penganalisisan wacana, seorang guru dapat  mentransformasikannya kepada siswa melalui kegiatan literasi. Dampak kegiatan ini akan dirasakan secara langsung oleh para siswa. Para siswa akan termotivasi untuk melihat wacana bukan hanya sekadar tulisan dengan makna lugas, melainkan mereka akan mampu menganalisis makna tersembunyi dari teks tersebut. Bukan hanya itu mereka juga akan mampu menyortir berita-berita yang dianggap hoax.
Dengan demikian,  literasi teks secara pragmatis sangat diperlukan dalam peningkatan keterampilan para siswa di abad digital ini sehingga kaitan kata “Oh” dapat diminimalisasikan.