Tampilkan postingan dengan label Artikel Bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Bahasa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2019

Meminimalisasikan Kata “Oh, ...! Setelah Membaca Teks Berita


           
Oleh: Iis Nia Daniar
Text Box: Gosipi
Gosip Selebriti
Pesawat Jet Pribadi yang Sering Dipakai Syahrini Bakal Digrebek, Pelakunya Pernah Di-unfollow Inces
Selasa, 19 Maret 2019 08:17

Tribun
Syahrini 
BANGKAPOS.COM -- Hubungan pertemanan antara pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dan Syahrini dikabarkan merenggang. Bahkan Instagram Hotman Paris sempat di-unfollow oleh 'Inces', namun kini keduanya kembali terhubung di Instagram.
Terkait Syahrini, Hotman Paris Hutapea mengaku punya proyek postingan Youtube yang berhubungan dengan istri Reino Barack itu.
Bahkan gara-gara proyek ini, Hotman harus membiarkan sang istri berliburan sendiri ke Tokyo.
Proyek video yang saat digarap Hotman rupanya soal pesawat jet pribadi yang sering dipakai oleh Syahrini.
"Tgl 19 maret 2019 !Ny Hotman baru tiba di Tokyo liburan di bayarin Bank BNI . Nasib hotman tdk bisa ikut krn sedang garap proyek postingan Youtube: Grebek pesawat Jet Pribadi yg sering di pakai Syahrini! Ok nyonya nikmatin liburan Jepangmu! Nasibku kerja mulu! Jangan lupa subscribe my youtube: hotman paris official," posting Hotman.
Diberitkan sebelumnya, pengacara kondang tersebut sempat  di-unfollow Syahrini.
Di Instagram, Hotman Paris sempat dihapuskan dari daftar pertemanan dengan Syahrini.
Dipantau TribunJatim.com dari akun masing-masing beberapa saat lalu, laman Instagram di section pengikut Syahrini memang tak ada nama Hotman Paris.
Tetapi sebaliknya, Hotman Paris masih tetap setia mengikuti Instagram istri Reino Barack itu.
Hal tersebut tentu saja berbanding dengan pernyataan keduanya yang mengaku sebagai teman dekat.
Halaman selanjutnya 
Oleh: Iis Nia Daniar, S.S., M.Pd.
Pemberitaan Pesawat Jet Pribadi yang sering Dipakai Syahrini Bakal Digerebek, Pelakunya Di-Unfollow Inces yang ditulis oleh Teddy M. (Tea) dengan editor Teddy Malaka pada bangkapos.com adalah contoh teks berita yang mengandung unsur keambiguan. Judul teks berita tersebut menyiratkan hal yang dianggap sesuatu bersifat tindakan penyidikan dari pihak yang berwenang. Namun, setelah dibaca secara lengkap, isi berita itu tidak menyiratkan adanya sebuah penyelidikan yang bersifat serius, tetapi hanya berupa penjelasan tentang tayangan yang akan diluncurkan pada sebuah media. Perhatikan teks di atas!
Acapkali seorang pembaca tertarik pada sebuah berita hanya karena membaca judulnya, padahal judul yang tertera tidak sesuai dengan isi yang dibayangkan pembaca. Pembayangan pembaca sebelum membaca ini adalah pembuktian bahwa manusia dikuasai arus bawah sadar.
Arus bawah sadar yang mendominasi pemikiran manusia kadang-kadang menjebak manusia itu sendiri dalam situasi yang tidak menyenangkan. Pembaca telah dibawa ke alam bawah sadar sejak dari judul, tetapi pembaca segera tersadar bahwa berita tersebut hanya sebatas iklan akan adanya tayangan baru yang berkaitan dengan Syahrini ketika membaca paragraf berikut.
Terkait SyahriniHotman Paris Hutapea mengaku punya proyek postingan Youtube yang berhubungan dengan istri Reino Barack itu. Bahkan gara-gara proyek ini, Hotman harus membiarkan sang istri berliburan sendiri ke Tokyo. Proyek video yang saat digarap Hotman rupanya soal pesawat jet pribadi yang sering dipakai oleh Syahrini.

Sebenarnya kembalinya kesadaran pembaca akan esensi sebenarnya dari sebuah berita ini merupakan sebuah kekecewaan meskipun tingkat kekecewaannya tidak terlalu besar. Pembaca hanya akan mengucapkan kata “Oh, ...!” dalam hatinya karena ada ketidaksesuaian antara penggambaran di benak dengan isi berita. Keadaan seperti ini membuat penurunan rasa karena ekspektasi yang bertentangan.
Berikut disajikan kembali teks berita yang dapat memunculkan kata “Oh, ...!” dalam benak pembaca. Kata “Oh” ini lebih masif menyerang pembaca yang tengah menunggu hasil pengumuman sebagai peserta seleksi PPPK tahap 1.
Penggunaan kata update pada judul berita di bawah ini sudah menciptakan bayangan dalam benak pembaca yang tidak sesuai dengan isi teks. Kata update dalam bahasa Indonesia berarti ‘pembaharuan’. Kata pembaharuan bermakna berita terbaru dalam konteks kalimat judul tersebut. Namun, kata “Oh” kembali muncul setelah pembaca membaca paragrap pembuka dari teks berita tersebut.




Text Box: Update Pengumuman PPPK dan Pertek NIP CPNS
Senin, 18 Maret 2019 13:19

sscasn.bkn.go.id
Pendaftaran PPPK 2019 
TRIBUNJOGJA.COM - Pengumuman hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K) belum dilakukan hingga kini, Senin (18/3/2019).
Sedangkan jumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 yang telah mendapat Pertimbangan Teknis (Pertek) NIP telah mencapai 133.495 orang.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) di akun Twitternya menjelaskan, saat ini Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) masih bekerja untuk menuntaskan pengumuman PPPK tahap pertama.
BKN mengimbau agar para pendaftar selalu memantau kanal media sosial resmi instansi tersebut, baik melalui Facebook, Twitter, Instagram ataupun Youtube.
Baca: Pak Ndul Ahlinya-Ahli, Intinya-inti dan Core of The Core Warga Madiun, Perjalanan Menemukan Karakter
Baca: Dokter Bingung Lihat Bocah Bangkit Lagi Setelah 110 Menit Tak Bernafas dan Tanpa Detak Jantung
Sedangkan untuk Pertek NIP CPNS 2018, per hari ini sebanyak 133.495 orang telah mendapatkan Pertek NIP dari BKN.
Pertek NIP tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi instansi untuk membuat Surat Keterangan (SK) pengangkatan sebagai CPNS.
Untuk update Pertek NIP masing-masing instansi dapat dilihat di laman bkn.go.id dengan memilih menu Update Pertek NIP.
Atau langsung klik tautan ini.
Panselnas Menunggu Usulan Ulang Formasi PPPK
Sebelumnya, Panselnas P3K masih menunggu usulan ulang formasi PPPK tahap satu yang disesuaikan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Update Pengumuman PPPK dan Pertek NIP CPNS, http://jogja.tribunnews.com/2019/03/18/update-pengumuman-pppk-dan-pertek-nip-cpns.
Penulis: say 
Editor: ton
Dari sudut pembaca hal tersebut adalah “kekecewaan”, tetapi dari sudut penulis berita hal tersebut adalah keberhasilan. Penulis berita sudah dianggap berhasil dalam menuliskan judul karena dapat memprovokasi arus bawah sadar sehingga pembaca membangun sendiri isi berita. Hanya dengan membaca judul berita pembaca dapat membayangkan isi berita, hal inilah yang membuat munculnya kata “Oh, ...!” dalam benak pembaca sendiri.
Judul sebuah berita memang harus dapat menarik pembaca. Akan tetapi, pemberian judul pada isi berita diharapkan terdapat kesesuaian dengan isi berita sehingga kepercayaan pembaca pada berita-berita yang berseliweran di media dapat dikembalikan. Pengembalian kepercayaan pembaca tersebut berkaitan dengan maraknya berita-berita hoax. Seorang pembaca yang kritis tentu akan menganalisis dan menyortir media-media yang layak dibaca pemberitaannya. Hal tersebut tentu akan berdampak pada popularitas media-media itu sendiri.
Keterampilan membaca teks seperti ini telah dilaksanakan di sekolah-sekolah dengan menggerakkan kegiatan literasi sebagai satu di antara alat untuk meningkatkan keterampilan para siswa di abad 21. Oleh karena itu, guru sebagai stick holder pendidikan wajib meningkatkan keterampilan membaca wacana yang hanya bukan sekadar teks. Dalam pengertian seorang guru pada pendidikan dasar harus mampu melihat  teks secara pragmatis.
Dengan menambah pengetahuan dalam penganalisisan wacana, seorang guru dapat  mentransformasikannya kepada siswa melalui kegiatan literasi. Dampak kegiatan ini akan dirasakan secara langsung oleh para siswa. Para siswa akan termotivasi untuk melihat wacana bukan hanya sekadar tulisan dengan makna lugas, melainkan mereka akan mampu menganalisis makna tersembunyi dari teks tersebut. Bukan hanya itu mereka juga akan mampu menyortir berita-berita yang dianggap hoax.
Dengan demikian,  literasi teks secara pragmatis sangat diperlukan dalam peningkatan keterampilan para siswa di abad digital ini sehingga kaitan kata “Oh” dapat diminimalisasikan.







Minggu, 09 April 2017

SELAYANG PANDANG BAHASA


Rumah Ini  Akan Dijual atau
Rumah Ini  Mau Dijual?

Dalam bahasa Indonesia terdapat kata yang termasuk ke dalam aspek dan modalitas.

as.pek /aspék/
n tanda: linguis dapat mencatat dengan baik ucapan-ucapan yang mempunyai -- fonemis
n sudut pandangan: mempertimbangkan sesuatu hendaknya dari berbagai --
n pemunculan atau penginterpretasian gagasan, masalah, situasi, dan sebagainya sebagai pertimbangan yang dilihat dari sudut pandang tertentu
n Ling kategori gramatikal verba yang menunjukkan lama dan jenis perbuatan

mo.da.li.tas
n Ling klasifikasi pernyataan menurut hal menyungguhkan atau mengingkari kemungkinan atau keharusan
n Ling cara pembicara menyatakan sikap terhadap suatu situasi dalam suatu komunikasi antarpribadi
n Ling makna kemungkinan, keharusan, kenyataan, dan sebagainya yang dinyatakan dalam kalimat (dalam bahasa Indonesia dinyatakan dengan kata barangkali, harus, dan sebagainya)

Berdasarkan pada pengertian tersebut yang benar adalah Rumah ini  akan  dijual.

Salam Karya!
Iis Nia Daniar


Kamis, 23 Maret 2017

Nyok Kita Lestariin Bahasa Bekasi!


Oleh: Iis Nia Daniar
Bekasi sebagai satu di antara daerah tujuan urban merupakan faktor yang harus diwaspadai dalam perkembangan bahasa daerah Bekasi. Akulturasi antara bahasa dan budaya baik daerah Bekasi maupun daerah para pendatang, tidak menutup kemungkinan lenyapnya bahasa Bekasi yang menjadi ciri khas daerah itu sendiri dalam interaksi dan  komunikasi sosial masyarakatnya. Oleh karena itu, diperlukan pengajian bahasa Bekasi secara intensif yang bisa dikonsumsi publik, khususnya masyarakat yang berada di daerah Kota dan Kabupaten Bekasi sebagai tindakan preventif dan representatif dari pelestarian bahasa Bekasi.
Bahasa adalah sebuah sistem yang diciptakan secara arbitrer dan berdasarkan konvensi (Chaer, 1994:33). Demikian juga dengan bahasa Bekasi, bahasa Bekasi memiliki sistem yang berbeda dengan bahasa lainnya karena dibuat secara manasuka berdasarkan perjanjian penutur aslinya (native speaker).
Berikut contoh kosakata bahasa Bekasi dan penggunaannya dalam kalimat. Gaplok, gampar ‘tampar’, deprok ‘duduk di bawah’, bledug ‘bunyi ledakan kompor’, keprok ‘tepuk tangan’, jingkrak ‘melompat-lompat’, nguyup ‘minum langsung dari tempat tanpa sedotan’, ciplak ‘mengunyah’, bangkis ‘bersin’, kepret  ‘menampar dengan menggunakan punggung tangan’, ngocor ‘bunyi air yang keluar’, ngorok ‘ mendengkur’, keketok ‘suara ayam sebelum dan sesudah bertelur’, berebet ‘suara kain robek, angob ‘menguap karena mengantuk’, teblag ‘dipukul bagian punggung dari arah belakang’. Contoh kalimat: (1)Bocah digaplok ama temennya. (2)Emak-emak padadeprok di bawah.(3)Kompornya ngebledug. (4)Orang-orang padakeprok abis nonton topeng. (5)Indun jingkrak kegirangan.(6)Kopi panas diuyup.(7)Si Usin makannya ciplak. (8)Abis keujanan, Darmaji bebangkis bae. (9)Gua kepret luh! (10)Aer ngocor dari setadi. (11)Waya ginih masih ngorok. (12)Ayam keketok bae di kandang. (13)Kaen Pak Aji berebet pas di langgar.(14)Burhan angob bae. (15)Bocah bader banget, gua teblag bae belakangnya.
Kata gaplok, deprok, bledug, keprok, jingkrak, nguyup, ciplak, bangkis, kepret, ngocor, ngorok, keketok, berebet, angob, dan teblag yang diejawantahkan dalam kalimat-kalimat di atas adalah bentuk onomatope. Onomatope/ono·ma·to·pe/ /onomatopĂ©/ n kata tiruan bunyi, misalnya "kokok" merupakan tiruan bunyi ayam, "cicit" merupakan tiruan bunyi tikus (http://kbbi.web.id/). Hal tersebut sama seperti yang terdapat dalam bahasa Indonesia. Kata onomatope digunakan pada kalimat aktif intransitif, contoh: (1)Kucing mengeong. Anjing menggonggong; (2)Kuda meringkik. Namun, penggunaan kata beronomatope dalam bahasa daerah, khususnya bahasa Bekasi lebih kaya. Oleh karena itu, marilah kita lestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Bekasi sebagai satu di antara kekayaan budaya Indonesia.



Rabu, 07 Desember 2016

Akulturasi antara Bahasa Sunda dan Bahasa Bekasi

Akulturasi Mesra  antara Bahasa Sunda dan Bahasa Bekasi
Oleh: Iis Nia Daniar

Jika dilihat dari sejarah wilayah Bekasi, sebelum tahun 1949 Bekasi masuk ke wilayah Provinsi Jakarta, dan pada tahun 1950 berdasarkan Undang-Undang No.14 Tahun 1950 Bekasi masuk wilayah Provinsi Jawa Barat. Faktanya Bekasi secara administratif pemerintahan baik kota, maupun kabupaten berada di wilayah Provinsi Jawa Barat  didominasi oleh budaya Sunda. Kondisi ini semakin memosisikan bahasa Melayu Bekasi menjadi amat penting keberadaannya sebagai bagian interaksi budaya dan bahasa yang berkembang di Jawa Barat. (Ensiklopedia Bekasi,)
Kemiripan bahasa Bekasi dengan bahasa Sunda sebagai akibat akulturasi bahasa ini merupakan kondisi nyata dan menarik untuk dilakukan penelitian kebahasaan secara lebih cermat dan mendalam. Akulturasi adalah suatu pencampuran atau persatuan dua budaya yang masih mempertahankan cirinya masing-masing. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia:

“ akulturasi akul·tu·ra·si/ n 1 percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling mempengaruhi: candi-candi yang ada sekarang merupakan bukti adanya -- antara kebudayaan Indonesia dan kebudayaan India; 2 Antr proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dalam suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu; 3 Ling proses atau hasil pertemuan kebudayaan atau bahasa di antara anggota dua masyarakat bahasa, ditandai oleh peminjaman atau bilingualisme.”

Akulturasi antara bahasa Sunda dan bahasa Bekasi perwujudannya sebagai berikut.
kata bahasa Sunda yang memiliki makna sama  dengan bahasa Bekasi secara keseluruhan tanpa mengubah lafal atau ejaan, contoh: awak, bae, bejad, cekel, gebah, pinter, udag, getol, gaplok, dan lain-lain.
Kata dalam bahasa Sunda  ejaan atau cara penulisannya hampir sama dengan bahasa Bekasi. Kondisi kata tersebut  dibagi menjadi 3 macam, yaitu:
kata dasar, contoh: dingke dan kata dasar jengke
kata ulang (reduplikasi), contoh: tetaekan dan kata tataekan (dwipurwa), deg-degan dan kata dag-dig-dug (trilingga)
kata berimbuhan, contoh: begawe dan kata digawe, gegerawakan dan kata gogorowokan.
Dengan demikian,  jika dilihat dari perwujudan kata di atas,  dapat dikatakan antara bahasa Bekasi dan bahasa Sunda menjalin hubungan yang mesra.  Entah siapa memengaruhi siapa,  kenyataan menunjukkan demikian.