Minggu, 20 April 2025

AKU KARTINI

 AKU KARTINI

Oleh: Iis Nia daniar


Seorang perempuan kuyu terduduk  

Pandangan kosong 

Mata cekung

Wajah pucat kurang makan

Pikiran kusut saling bertaut


“Emak jajan”

“Emak bayar sekolah’

“Emak makan”

“Emak lapar”

“Emak … Emak … Emak ….”


Bukan satu keluh

Tapi seribu sesal mengganjal seperti batu

Terkubur sudar mimpi

Masa depan hanya sekadar angan terbenteng kemiskinan

Dinding tertutup tanpa jendela

Ruang pengap tanpa udara

Darah beku tanpa bara


Andai dulu menggugu 

Jangankan jajan, bayar sekolah, makan, Borobudur, Menara Eifel, Rinjani 

Ku persembahkan untuk pertiwi

kerna aku Kartini



Bekasi, 21 April 2025







Senin, 11 September 2023

Kumpulan Cerpen Angkatan 2023/2024

Hai, para murid SMP Negeri 31, mana cerpen kalian? Ibu yakin kalian punya banyak kata di benak yang ingin disampaikan melalui tulisan. Kirim ke sini ya!👇

Kantung Cerpen Tiap Kelas


Ketentuan
1. Cerpen harus orisinal
2. Tulis judul, namamu, dan kelas

Jangan ragu untuk berbagi cerita fiksimu! Semangat!

Kumpulan Cerpen Siswa SMPN 31 Kota Bekasi Angkatan 2022/2023

Yuk, kita kepoin cerpen mereka!

Kamis, 06 Juli 2023

Kami Garda Terdepan

Kami Garda Terdepan
Karya Iis Nia Daniar

Terbelenggu dalam waktu
Menelusuri kekata dalam wacana
Tak ada jeda untuk lelah
Tak ada celah untuk lengah
Enam bulan tertatih ditapaki
Hanya ada tekad penuh SEMANGAT
Kami bisa! 
Kami GARDA TERDEPAN PENDIDIKAN

dan hari ini bukan akhir, tapi awal dari segala harapan anak bangsa

Ingarso sung tulodo, 
Ingmadyo mangun karso
Tutwuri handayani



Bekasi, 7 Juli 2023


Minggu, 02 April 2023

Tugas Eksplorasi Konsep 3.1 Page 12

Kasus : Rekan saya, guru PPKn, memiliki masalah dengan Kesehatan. Terganggunya Kesehatan beliau sudah semakin parah dari hari ke hari sehingga pembelajaran di sekolah terganggu. Sering para murid tertinggal materi PPKn dan nilai rapor yang seharusnya sudah dikumpulkan ke Wali Kelas, tetapi belum juga dikumpulkan.
Bagaimana Anda menyikapinya?
Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?
Langkah 1. Nilai yang bertentangan pada kasus ini adalah
 Nilai yang bertentangan dari kasus tersebut adalah kedisiplinan dan kasihan. Rekan saya seharusnya mendelegasikan tugasnya pada yang lain sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan penilaian dapat selesai tepat waktu. Namun, situasi yang dialami oleh rekan saya adalah hal yang beliau sendiri tidak menginginkan, sakit. Oleh karena itu ada perasaan kasihan.
 
Langkah 2. Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut?
Yang terlibat adakah rekan saya. Mengalami dilema etika antara memenuhi kewajiban sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) dan masalah Kesehatan
Langkah 3: Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut?
1. Rekan saya sakit parah
2. Pembelajaran terhambat
3. Penilaian tidak tepat waktu
Langkah 4: Pengujian benar atau salah
Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.
1. Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji lega) Tidak ada aspek pelanggaran hukum.
2. Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi) ada pelanggaran peraturan atau kode etik profesi.
3. Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi) Berdasarkan perasaan dan intuisi saya, kasus ini terdapat kesalahan karena ada tugas poko yang tidak diselesaikan oleh rekan saya.
4. Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyamanSaya merasa tidak nyaman karena biar bagaimana pun beliau adalah rekan saya.
5. Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini? Keputusan yang diambil adalah menyerahkan tugas beliau untuk sementara waktu kepada guru lain dengan konsekuensi, seperti honornya diberikan kepada guru pengganti tersebut.
Langkah 5: Pengujian Paradigma Benar lawan Benar
Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut? Paradigma yang terjadi pada kasus ini adalah keadilan lawan kasihan (justice vs mercy). Kebenaran bahwa semua guru harus menjalankan tupoksinya. Selain itu juga benar bahwa tidak ada yang mau mengalami sakit seperti rekan saya.
Langkah 6: Melakukan Prinsip Resolusi
Prinsip penyelesaian yang dipilih adalah berpikir berbasis peraturan (rule based thinking). Semua guru harus menyelesaikan kewajibannya.
Langkah 7: Investigasi Opsi Trilemma
Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?
Menyediakan guru pengganti untuk mata pelajaran yang beliau ampu. Guru penggangti ini tidak ada peraturan tertulisnya, tetapi bisa dijadikan alternatif dengan konsekuensi penghonoran diambil dari gaji guru mata pelajaran yang digantikan tersebut.
Langkah 8: Buat Keputusan
Apa keputusan yang akan Anda ambil?
Keputusan saya pada kasus ini adalah saya meminta rekan guru PPKn lainnya untuk menginval beliau.
Langkah 9: Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan
Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.
Keputusan yang diambil, dilaksanakan dengan baik, kemudian di evaluasi dan di refleksi
1. Apakah pelaksanaannya sudah sesuai? Ya, sudah
2. Apakah keputusan tersebut sudah efektif dalam menjawab permasalahan yang dihadapi? Ya
3. Apakah pihak yang terlibat sudah bisa menerima dengan keputusan ini? Ya menerima
4. Apakah masih ada sesuatu yang menghalangi dalam pelaksanaan keputusan tersebut? tidak ada
5. Apakah hasil pembelajaran lebih maksimal? Ya, Murid dan Guru bahagia

Jumat, 25 November 2022

Mulai dari Hal Sederhana

Acapkali kita berpikir terlalu rumit tentang suatu hal. Hal tersebut akan memengaruhi tindakan yang akan dilakukan. Pola pikir yang demikian akan menghambat energi positif yang dimiliki personal. Oleh karena itu, kita sebagai guru terlebih Calon Guru Penggerak (CGP) harus memulai dari hal yang sederhana agar energi positif dapat tersalurkan melalui tindakan-tindakan positif. Tindakan-tindakan positif tersebut akan mendukung pembelajaran yang berpihak pada murid. 

Apa hal sederhana yang bisa kita lakukan sebagai CGP? Keterlibatan dalam kegiatan pembiasaan yang sudah dilakukan di sekolah adalah budaya positif meskipun terlihat biasa. Pembiasaan tersebut di antaranya penyambutan murid di gerbang sekolah, giat jasmani, upacara, literasi, Jumat taqwa, dan Jumat bersih.  Semua hal tersebut adalah hal yang biasa dilakukan oleh setiap sekolah, tetapi itulah yang akan mengonstruksi karakter murid-murid. Bukankah tugas kita menebalkan kodrat alam positif dan menyamarkan yang negatif mereka? 

CGP mempunyai tanggung jawab untuk mengejawantahkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara mengenai pendidikan dan menyelaraskan kerja otak. Tentu hal ini bukanlah sesuatu yang sederhana, tetapi kita bisa mulai dari hal yang sederhana. 


Minggu, 28 Agustus 2022

Jawaban Post-Test Modul Merdeka Belajar 2 dan 5 Pelatihan Mandiri di Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan Jawaban Modul Lainnya pada PMM

I. Jawaban Post-Test Modul Merdeka Belajar 2 Pelatihan Mandiri PMM

1. D
2. A
3. B
4. A
5. B
6. C
7. B
8. D
9. D
10. C
11. C
12. B

II. Jawaban Post-Test Modul Merdeka Belajar 5 Pelatihan Mandiri PMM

1. B
2. D
3. A
4. D
5. A
6. A
7. B
8. D

III. Jawaban Modul Kurikulum

Soal 1

Kurikulum dapat dimaknai sebagai segala sesuatu yang dipelajari murid.
A

Benar


Soal 2

Dalam mewujudkan pembelajaran yang transformatif pada projek pembelajaran yang akan dilakukan, Bu Monik mendorong murid untuk membuat aksi nyata dalam isu sosial yang terjadi di sekitarnya berkaitan dengan materi yang mereka pelajari. Agar murid melakukan aksi dengan tepat, Bu Monik sebaiknya terlebih dahulu mengajak murid untuk melakukan hal-hal berikut, kecuali…. 
A

meminta murid mengevaluasi aksi yang telah dilakukan


Soal 3

Pernyataan yang tepat mengenai perubahan kurikulum adalah…
C

Kurikulum diubah untuk memenuhi kebutuhan murid terhadap perubahan zaman


Soal 4

Sebagai salah satu kepala sekolah di daerah tertinggal, Bu Solihat mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kunjungan ke sebuah sekolah di luar negeri. Beliau melihat materi pelajaran di sana lebih tinggi daripada di Indonesia. Beliau berkesimpulan bahwa negara tersebut bisa jauh lebih maju dari Indonesia karena materi pembelajarannya lebih tinggi. Saat kembali ke sekolahnya, Bu Solihat menyampaikan hal tersebut kepada seluruh guru dan meminta guru untuk menaikkan level materi pembelajaran yang diberikan kepada murid. Ia berharap murid-muridnya akan dapat lebih maju dan bersaing dengan murid dari sekolah lain. Pendapat yang tepat mengenai hal yang dilakukan oleh Bu Solihat di atas adalah….
D

Hal tersebut dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan karakter dan kebutuhan murid


Soal 5

Alasan utama mengapa sekolah perlu melakukan adaptasi terhadap kurikulum dari pemerintah adalah ….
B

setiap satuan pendidikan memiliki karakteristik yang berbeda


Soal 6

Bu Sondang mengajar di sebuah sekolah di daerah pegunungan dan perkebunan. Murid di kelasnya sedang mempelajari berbagai cara pengawetan makanan. Pada buku paket, Bu Sondang mendapati latihan yang harus dikerjakan murid adalah melakukan pengawetan ikan dengan penggaraman. Hal yang sebaiknya dilakukan Bu Sondang adalah….
D

mengajak murid untuk melakukan berbagai teknik pengawetan buah atau sayuran yang ada di daerahnya


Soal 7

Berikut yang merupakan hal-hal unik yang dimiliki sekolah atau yang disebut karakteristik satuan pendidikan adalah...
D

Semua benar

Soal 8
Berdasarkan hasil analisis diagnostik dan survey karakter, didapatkan bahwa murid SMP Merdeka Belajar secara umum memiliki karakter sebagai berikut: berasal dari keluarga petani dengan ekonomi menengah ke bawah memilih untuk bekerja atau menikah dibandingkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi memiliki gawai dengan spesifikasi terbatas memiliki ketertarikan dan potensi pada bidang seni dan olah raga hal berikut dapat dilakukan sekolah dalam rangka mengakomodasi kebutuhan murid dalam kurikulum di sekolah berdasarkan informasi di atas, kecuali....
A

mengadakan ekstrakurikuler dalam bidang seni dan olah raga sesuai minat dan sumber daya yang ada. 


IV. Jawaban Modul Kurikulum Merdeka

Soal 1

Kurikulum dapat dimaknai sebagai segala sesuatu yang dipelajari murid.
A

Benar


Soal 2

Dalam mewujudkan pembelajaran yang transformatif pada projek pembelajaran yang akan dilakukan, Bu Monik mendorong murid untuk membuat aksi nyata dalam isu sosial yang terjadi di sekitarnya berkaitan dengan materi yang mereka pelajari. Agar murid melakukan aksi dengan tepat, Bu Monik sebaiknya terlebih dahulu mengajak murid untuk melakukan hal-hal berikut, kecuali…. 
A

meminta murid mengevaluasi aksi yang telah dilakukan


Soal 3

Pernyataan yang tepat mengenai perubahan kurikulum adalah…
C

Kurikulum diubah untuk memenuhi kebutuhan murid terhadap perubahan zaman


Soal 4

Sebagai salah satu kepala sekolah di daerah tertinggal, Bu Solihat mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kunjungan ke sebuah sekolah di luar negeri. Beliau melihat materi pelajaran di sana lebih tinggi daripada di Indonesia. Beliau berkesimpulan bahwa negara tersebut bisa jauh lebih maju dari Indonesia karena materi pembelajarannya lebih tinggi. Saat kembali ke sekolahnya, Bu Solihat menyampaikan hal tersebut kepada seluruh guru dan meminta guru untuk menaikkan level materi pembelajaran yang diberikan kepada murid. Ia berharap murid-muridnya akan dapat lebih maju dan bersaing dengan murid dari sekolah lain. Pendapat yang tepat mengenai hal yang dilakukan oleh Bu Solihat di atas adalah….
D

Hal tersebut dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan karakter dan kebutuhan murid


Soal 5

Alasan utama mengapa sekolah perlu melakukan adaptasi terhadap kurikulum dari pemerintah adalah ….
B

setiap satuan pendidikan memiliki karakteristik yang berbeda


Soal 6

Bu Sondang mengajar di sebuah sekolah di daerah pegunungan dan perkebunan. Murid di kelasnya sedang mempelajari berbagai cara pengawetan makanan. Pada buku paket, Bu Sondang mendapati latihan yang harus dikerjakan murid adalah melakukan pengawetan ikan dengan penggaraman. Hal yang sebaiknya dilakukan Bu Sondang adalah….
D

mengajak murid untuk melakukan berbagai teknik pengawetan buah atau sayuran yang ada di daerahnya


Soal 7

Berikut yang merupakan hal-hal unik yang dimiliki sekolah atau yang disebut karakteristik satuan pendidikan adalah...
D

Semua benar


Soal 8

Berdasarkan hasil analisis diagnostik dan survey karakter, didapatkan bahwa murid SMP Merdeka Belajar secara umum memiliki karakter sebagai berikut: berasal dari keluarga petani dengan ekonomi menengah ke bawah memilih untuk bekerja atau menikah dibandingkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi memiliki gawai dengan spesifikasi terbatas memiliki ketertarikan dan potensi pada bidang seni dan olah raga hal berikut dapat dilakukan sekolah dalam rangka mengakomodasi kebutuhan murid dalam kurikulum di sekolah berdasarkan informasi di atas, kecuali....
A

mengadakan ekstrakurikuler dalam bidang seni dan olah raga sesuai minat dan sumber daya yang ada

Topik Pelajar Pancasila Modul 2

Soal 1

Pelajar Indonesia adalah pelajar beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. Keimanan dan ketakwaan ini terejawantahkan dalam akhlaknya yang mulia kepada…

D

Soal 2

Pada Dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, Elemen yang menguatkan hubungan murid dengan Tuhan Yang Maha Esa adalah elemen…

A

Soal 3

Berikut adalah contoh mengintegrasikan elemen akhlak pribadi dalam pembelajaran di kelas, kecuali…

C

Soal 4

Pak Zamrud adalah guru Sejarah XII. Saat belajar tentang perang Dunia II, ia mengajak murid untuk mempelajari sejarah dari 2 sisi. Pak Zamrud membagi murid ke dalam 2 blok, yaitu Blok Sekutu dan Blok Poros. Setiap blok mempelajari sejarah dari sudut pandangnya masing-masing untuk kemudian disampaikan kepada blok lain. Praktik yang dilakukan Pak Zamrud melatih murid untuk menguatkan elemen…

B

Soal 5

Elemen akhlak kepada alam dintegrasikan dalam pembelajaran pada kelompok mata pelajaran IPA. Pertanyaan di atas adalah...

B



Minggu, 21 Agustus 2022

Kegiatan Literi SMP Negeri 31 Kota Bekasi: Mempertajam Intuisi

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menulis adalah mempertajam intuisi. Cara mempertajam intuisi bisa dilakukan dengan membaca berbagai referensi baik dari media cetak maupun media daring. Dengan membaca informasi, diharapkan kosakata seseorang dapat bertambah, begitu juga dengan pengetahuannya. Cara kedua untuk mempertajam intuisi adalah dengan memperhatikan lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar dengan aneka ragam makhluk dan benda di dalamnya dapat kita perhatikan dan selami agar intuisi dapat terasah. Kedua hal tersebut jika dilakukan akan memperkaya pengalaman batin kita. Masih ingat dengan ungkapan, diri kita adalah sumber penciptaan karya yang tidak pernah habis. 

Oleh karena itu, pada kegiatan literasi SMP Negeri 31Kota Bekasi (22/08), Pembina Literasi, Iis Nia Daniar, Gr., S.S., M.Pd. mengajak para siswa untuk mempertajam intuisi. Hal tersebut bertujuan agar hasil karya para siswa baik berupa tulisan maupun gambar dapat lebih ekspresif.

 Dengan cara seperti itu juga diharapkan pembelajaran tentang sastra dan kesusastraan pada fase D di era kurikulum merdeka belajar dapat lebih mudah pengejawantahannya. Beberapa guru yang kesulitan dalam menyampaikan materi yang berkaitan dengan karya, khususnya sastra dan karya berupa ilustrasi, dapat lebih mudah untuk membuat penugasan berupa projek. 

Kamis, 06 Mei 2021

SELESAI SEBELUM USAI

Sesudah gaung Illahi,

 Porak mementas

Genderang meracau

Darah mendidih

Wajah blingsatan

Jantug berlari 

 

Air belum sampai ke kerongkongan

Kenduri usai

 

Sesukamu seperih

Seperihmu semati

Semogamu sesukar

 

Senyap merayap 

Hampa merajam

mengulang layar sesepi

 

7 Mei 2021

 



Jumat, 29 Mei 2020

Covid-19: Masyarakat Bandel?


Oleh: Iis Nia Daniar, S.S., M.Pd., Gr.
Di awal penyebaran virus covid-19, pemberitaan luar negeri menyebut bahwa pemerintah lambat bahkan ada yang merasiokan angka sebenarnya kasus covid-19 yang terjadi di Indonesia seolah tidak percaya dengan data yang sudah dipublikasikan. Itu sah-sah saja karena dalam demokrasi, Indonesia sangat menghormati kebebasan berpendapat. Kalau diamati, kritikan-kritikan dari luar, sangat bermanfaat bagi pengambilan kebijakan dalam usaha menangani kasus virus tersebut. 
Banyak hal yang sudah dilakukan pemerintah setempat untuk meminimalkan penyebaran virus covid-19 ini. Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah setempat di antaranya adalah menyosialisasikan cuci tangan, jaga jarak (social distancing), karantina wilayah, hingga PSBB. Namun, semua hal tersebut tampaknya tidak berpengaruh bagi sebagian besar masyarakat sehingga menyebabkan penyebaran virus tidak terlalu terkendali. Kasus covid-19 yang tercatat sampai Kamis, 14 Mei 2020 berjumlah 16.006, itu adalah angka yang masih besar, walaupun kecil bila dibandingkan dengan Amerika. (https://ternate.tribunnews.com/2000-per-14-mei-2000). 
Mengapa dikatakan bahwa langkah-langkah yang diambil dalam penanganan virus tidak terlalu berpengaruh bagi sebagian masyarakat? Realitas yang ada pada salah satu kota di Jawa Barat yang termasuk daerah zona merah masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas seperti biasa walaupun beberapa fasilitas umum diperketat bahkan ditutup. Masyarakat tetap berkumpul bahkan sepengetahuan pihak RT/RW baik hanya sekadar kongkow-kongkow, maupun melakukan ibadah bersama. Bukan hanya itu, bulan Ramadhan biasanya masyarakat melakukan  ngabuburit, aktivitas tersebut tetap berlangsung walaupun di tengah pandemi saat ini. Mereka seolah tidak takut dengan covid -19. Padahal virus tersebut bisa saja mengancam orang-orang yang dicintaiya termasuk jiwa mereka sendiri. 

Dokumentasi Pribadi
Pemerintah setempat memang sudah mengimbau secara mobile ke pelosok-pelosok daerah untuk menggunakan masker, bahkan kebijakan melengkapi petugas dengan bambu dalam upaya mengontrol masyarakat yang masih “bandel”, tetapi agaknya langkah-langkah yang sudah dilakukan masih belum bisa “memenjarakan” keinginan sebagian masyarakat untuk berkumpul atau hanya sekadar “cari angin”. Apa yang sebenarnya terjadi?
Dari segi kodrat manusia adalah homo fabulans, yaitu manusia yang menyukai cerita. Jadi, sangat wajar jika masyarakat masih tetap berkumpul dan berinteraksi secara dekat. 
Kekhawatiran masyarakat terhadap virus covid -19 tidak terlalu kuat karena melihat “kanan-kiri”. Yang dimaksud melihat “kanan-kiri”  adalah masyarakat yang hidup di era 4.O saat ini menyerap banyak informasi seperti berita masuknya TKA asal Cina, masih ada pabrik yang beroperasi, beda istilah antara mudik dan pulkam, sampai dengan ASN dan non-ASN yang tidak lagi WFH (Working From Home). Mereka seolah terstimulus dengan berita yang ada. Hal tersebut terjadi karena sebagian masyarakat hanya membaca teks berdasarkan teks, bukan teks berdasarkan konteks dan koteks. Namun, hal ini pun bukan kesalahan mereka sepenuhnya karena aktivitas pemenuhan kebutuhan hidup lebih besar dibandingkan dengan aktivitas berliterasi. Sebagian masyarakat baik masyarakat dengan tingkat pendidikan yang lumayan tinggi, maupun masyarakat awam hanya tidak siap menerima laju informasi yang deras. Ketidaksiapan menyambut informasi ini boleh jadi disebabkan oleh minat literasi yang hanya 50%. Jadi, mereka membaca  teks, tetapi tidak secara keseluruhan karena sudah datang informasi berikutnya sehingga informasi yang didapat bertumpuk dan sulit mendapatkan inti dari teks-teks tersebut.
Selain yang diungkapkan di atas, hal yang terjadi adalah berkaitan dengan “perut”. Sudah menjadi ungkapan umum orang bisa melakukan apa saja demi memenuhi kebutuhan perut. Hal inilah yang terjadi pada masyarakat nonpegawai tetap. Mereka bukan berarti tidak takut tertular atau menularkan virus pandemi ini, melainkan mereka harus bertahan hidup juga dengan mengisi perut. Memang ada bantuan dari pemerintah setempat, tetapi lagi-lagi bayak kasus yang terjadi perihal bantuan ini sehingga bukanlah kesalahan masyarakat juga untuk tidak mengikuti aturan berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang sudah diambil.

Dokumentasi Pribadi
Hal-hal tersebut menjadi dilematis bagi pemerintah yang ingin melindungi masyarakatnya. Mungkin kebijakan penanganan covid-19 ini harus menggunakan berbagai macam pendekatan, khususnya ekonomi. Selain itu pengetahuan masyarakat tentang virus pandemi harus lebih gencar lagi dipublikasikan dengan retorika yang pas agar kesadaran melindungi diri sendiri dan keluarga dapat tumbuh.























Senin, 01 April 2019

Meminimalisasikan Kata “Oh, ...!" Setelah Membaca Teks Berita


Oleh: Iis Nia Daniar

Pemberitaan Pesawat Jet Pribadi yang sering Dipakai Syahrini Bakal Digerebek, Pelakunya Di-Unfollow Inces yang ditulis pada bangkapos.com adalah contoh teks berita yang melahirkan kata "Oh" setelah pembaca menjelajahinya. Judul teks berita tersebut menyiratkan hal yang dianggap sesuatu bersifat tindakan penyidikan dari pihak yang berwenang. Namun, setelah dibaca secara lengkap, isi berita itu tidak menyiratkan adanya sebuah penyelidikan yang bersifat serius, tetapi hanya berupa penjelasan tentang tayangan yang akan diluncurkan pada sebuah media. Perhatikan teks di atas!
Acapkali seorang pembaca tertarik pada sebuah berita hanya karena membaca judulnya, padahal judul yang tertera tidak sesuai dengan isi yang dibayangkan pembaca. Pembayangan pembaca sebelum membaca ini adalah pembuktian bahwa manusia dikuasai arus bawah sadar.
Arus bawah sadar yang mendominasi pemikiran manusia kadang-kadang menjebak manusia itu sendiri dalam situasi yang tidak menyenangkan. Pembaca telah dibawa ke alam bawah sadar sejak dari judul, tetapi pembaca segera tersadar bahwa berita tersebut hanya sebatas iklan akan adanya tayangan baru yang berkaitan dengan Syahrini ketika membaca paragraf berikut.
Terkait Syahrini, Hotman Paris Hutapea mengaku punya proyek postingan Youtube yang berhubungan dengan istri Reino Barack itu. Bahkan gara-gara proyek ini, Hotman harus membiarkan sang istri berliburan sendiri ke Tokyo. Proyek video yang saat digarap Hotman rupanya soal pesawat jet pribadi yang sering dipakai oleh Syahrini.

Sebenarnya kembalinya kesadaran pembaca akan esensi sebenarnya dari sebuah berita ini merupakan sebuah kekecewaan meskipun tingkat kekecewaannya tidak terlalu besar. Pembaca hanya akan mengucapkan kata “Oh, ...!” dalam hatinya karena ada ketidaksesuaian antara penggambaran di benak dengan isi berita. Keadaan seperti ini membuat penurunan rasa karena ekspektasi yang bertentangan.
Berikut disajikan kembali teks berita yang dapat memunculkan kata “Oh, ...!” dalam benak pembaca. Kata “Oh” ini lebih masif menyerang pembaca yang tengah menunggu hasil pengumuman sebagai peserta seleksi PPPK tahap 1.
Penggunaan kata update pada judul berita di bawah ini sudah menciptakan bayangan dalam benak pembaca yang tidak sesuai dengan isi teks. Kata update dalam bahasa Indonesia berarti ‘pembaharuan’. Kata pembaharuan bermakna berita terbaru dalam konteks kalimat judul tersebut. Namun, kata “Oh” kembali muncul setelah pembaca membaca paragrap pembuka dari teks berita tersebut.

Dari sudut pembaca hal tersebut adalah “kekecewaan”, tetapi dari sudut penulis berita hal tersebut adalah keberhasilan. Penulis berita sudah dianggap berhasil dalam menuliskan judul karena dapat memprovokasi arus bawah sadar sehingga pembaca membangun sendiri isi berita. Hanya dengan membaca judul berita pembaca dapat membayangkan isi berita, hal inilah yang membuat munculnya kata “Oh, ...!” dalam benak pembaca sendiri.
Judul sebuah berita memang harus dapat menarik pembaca. Akan tetapi, pemberian judul pada isi berita diharapkan terdapat kesesuaian dengan isi berita sehingga kepercayaan pembaca pada berita-berita yang berseliweran di media dapat dikembalikan. Pengembalian kepercayaan pembaca tersebut berkaitan dengan maraknya berita-berita hoax. Seorang pembaca yang kritis tentu akan menganalisis dan menyortir media-media yang layak dibaca pemberitaannya. Hal tersebut tentu akan berdampak pada popularitas media-media itu sendiri.
Keterampilan membaca teks seperti ini telah dilaksanakan di sekolah-sekolah dengan menggerakkan kegiatan literasi sebagai satu di antara alat untuk meningkatkan keterampilan para siswa di abad 21. Oleh karena itu, guru sebagai stick holder pendidikan wajib meningkatkan keterampilan membaca wacana yang hanya bukan sekadar teks. Dalam pengertian seorang guru pada pendidikan dasar harus mampu melihat  teks secara pragmatis.
Dengan menambah pengetahuan dalam penganalisisan wacana, seorang guru dapat  mentransformasikannya kepada siswa melalui kegiatan literasi. Dampak kegiatan ini akan dirasakan secara langsung oleh para siswa. Para siswa akan termotivasi untuk melihat wacana bukan hanya sekadar tulisan dengan makna lugas, melainkan mereka akan mampu menganalisis makna tersembunyi dari teks tersebut. Bukan hanya itu mereka juga akan mampu menyortir berita-berita yang dianggap hoax.
Dengan demikian,  literasi teks secara pragmatis sangat diperlukan dalam peningkatan keterampilan para siswa di abad digital ini sehingga kaitan kata “Oh” dapat diminimalisasikan.

Kamis, 28 Maret 2019

Meminimalisasikan Kata “Oh, ...! Setelah Membaca Teks Berita


           
Oleh: Iis Nia Daniar
Text Box: Gosipi
Gosip Selebriti
Pesawat Jet Pribadi yang Sering Dipakai Syahrini Bakal Digrebek, Pelakunya Pernah Di-unfollow Inces
Selasa, 19 Maret 2019 08:17

Tribun
Syahrini 
BANGKAPOS.COM -- Hubungan pertemanan antara pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dan Syahrini dikabarkan merenggang. Bahkan Instagram Hotman Paris sempat di-unfollow oleh 'Inces', namun kini keduanya kembali terhubung di Instagram.
Terkait Syahrini, Hotman Paris Hutapea mengaku punya proyek postingan Youtube yang berhubungan dengan istri Reino Barack itu.
Bahkan gara-gara proyek ini, Hotman harus membiarkan sang istri berliburan sendiri ke Tokyo.
Proyek video yang saat digarap Hotman rupanya soal pesawat jet pribadi yang sering dipakai oleh Syahrini.
"Tgl 19 maret 2019 !Ny Hotman baru tiba di Tokyo liburan di bayarin Bank BNI . Nasib hotman tdk bisa ikut krn sedang garap proyek postingan Youtube: Grebek pesawat Jet Pribadi yg sering di pakai Syahrini! Ok nyonya nikmatin liburan Jepangmu! Nasibku kerja mulu! Jangan lupa subscribe my youtube: hotman paris official," posting Hotman.
Diberitkan sebelumnya, pengacara kondang tersebut sempat  di-unfollow Syahrini.
Di Instagram, Hotman Paris sempat dihapuskan dari daftar pertemanan dengan Syahrini.
Dipantau TribunJatim.com dari akun masing-masing beberapa saat lalu, laman Instagram di section pengikut Syahrini memang tak ada nama Hotman Paris.
Tetapi sebaliknya, Hotman Paris masih tetap setia mengikuti Instagram istri Reino Barack itu.
Hal tersebut tentu saja berbanding dengan pernyataan keduanya yang mengaku sebagai teman dekat.
Halaman selanjutnya 
Oleh: Iis Nia Daniar, S.S., M.Pd.
Pemberitaan Pesawat Jet Pribadi yang sering Dipakai Syahrini Bakal Digerebek, Pelakunya Di-Unfollow Inces yang ditulis oleh Teddy M. (Tea) dengan editor Teddy Malaka pada bangkapos.com adalah contoh teks berita yang mengandung unsur keambiguan. Judul teks berita tersebut menyiratkan hal yang dianggap sesuatu bersifat tindakan penyidikan dari pihak yang berwenang. Namun, setelah dibaca secara lengkap, isi berita itu tidak menyiratkan adanya sebuah penyelidikan yang bersifat serius, tetapi hanya berupa penjelasan tentang tayangan yang akan diluncurkan pada sebuah media. Perhatikan teks di atas!
Acapkali seorang pembaca tertarik pada sebuah berita hanya karena membaca judulnya, padahal judul yang tertera tidak sesuai dengan isi yang dibayangkan pembaca. Pembayangan pembaca sebelum membaca ini adalah pembuktian bahwa manusia dikuasai arus bawah sadar.
Arus bawah sadar yang mendominasi pemikiran manusia kadang-kadang menjebak manusia itu sendiri dalam situasi yang tidak menyenangkan. Pembaca telah dibawa ke alam bawah sadar sejak dari judul, tetapi pembaca segera tersadar bahwa berita tersebut hanya sebatas iklan akan adanya tayangan baru yang berkaitan dengan Syahrini ketika membaca paragraf berikut.
Terkait SyahriniHotman Paris Hutapea mengaku punya proyek postingan Youtube yang berhubungan dengan istri Reino Barack itu. Bahkan gara-gara proyek ini, Hotman harus membiarkan sang istri berliburan sendiri ke Tokyo. Proyek video yang saat digarap Hotman rupanya soal pesawat jet pribadi yang sering dipakai oleh Syahrini.

Sebenarnya kembalinya kesadaran pembaca akan esensi sebenarnya dari sebuah berita ini merupakan sebuah kekecewaan meskipun tingkat kekecewaannya tidak terlalu besar. Pembaca hanya akan mengucapkan kata “Oh, ...!” dalam hatinya karena ada ketidaksesuaian antara penggambaran di benak dengan isi berita. Keadaan seperti ini membuat penurunan rasa karena ekspektasi yang bertentangan.
Berikut disajikan kembali teks berita yang dapat memunculkan kata “Oh, ...!” dalam benak pembaca. Kata “Oh” ini lebih masif menyerang pembaca yang tengah menunggu hasil pengumuman sebagai peserta seleksi PPPK tahap 1.
Penggunaan kata update pada judul berita di bawah ini sudah menciptakan bayangan dalam benak pembaca yang tidak sesuai dengan isi teks. Kata update dalam bahasa Indonesia berarti ‘pembaharuan’. Kata pembaharuan bermakna berita terbaru dalam konteks kalimat judul tersebut. Namun, kata “Oh” kembali muncul setelah pembaca membaca paragrap pembuka dari teks berita tersebut.




Text Box: Update Pengumuman PPPK dan Pertek NIP CPNS
Senin, 18 Maret 2019 13:19

sscasn.bkn.go.id
Pendaftaran PPPK 2019 
TRIBUNJOGJA.COM - Pengumuman hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K) belum dilakukan hingga kini, Senin (18/3/2019).
Sedangkan jumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 yang telah mendapat Pertimbangan Teknis (Pertek) NIP telah mencapai 133.495 orang.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) di akun Twitternya menjelaskan, saat ini Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) masih bekerja untuk menuntaskan pengumuman PPPK tahap pertama.
BKN mengimbau agar para pendaftar selalu memantau kanal media sosial resmi instansi tersebut, baik melalui Facebook, Twitter, Instagram ataupun Youtube.
Baca: Pak Ndul Ahlinya-Ahli, Intinya-inti dan Core of The Core Warga Madiun, Perjalanan Menemukan Karakter
Baca: Dokter Bingung Lihat Bocah Bangkit Lagi Setelah 110 Menit Tak Bernafas dan Tanpa Detak Jantung
Sedangkan untuk Pertek NIP CPNS 2018, per hari ini sebanyak 133.495 orang telah mendapatkan Pertek NIP dari BKN.
Pertek NIP tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi instansi untuk membuat Surat Keterangan (SK) pengangkatan sebagai CPNS.
Untuk update Pertek NIP masing-masing instansi dapat dilihat di laman bkn.go.id dengan memilih menu Update Pertek NIP.
Atau langsung klik tautan ini.
Panselnas Menunggu Usulan Ulang Formasi PPPK
Sebelumnya, Panselnas P3K masih menunggu usulan ulang formasi PPPK tahap satu yang disesuaikan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Update Pengumuman PPPK dan Pertek NIP CPNS, http://jogja.tribunnews.com/2019/03/18/update-pengumuman-pppk-dan-pertek-nip-cpns.
Penulis: say 
Editor: ton
Dari sudut pembaca hal tersebut adalah “kekecewaan”, tetapi dari sudut penulis berita hal tersebut adalah keberhasilan. Penulis berita sudah dianggap berhasil dalam menuliskan judul karena dapat memprovokasi arus bawah sadar sehingga pembaca membangun sendiri isi berita. Hanya dengan membaca judul berita pembaca dapat membayangkan isi berita, hal inilah yang membuat munculnya kata “Oh, ...!” dalam benak pembaca sendiri.
Judul sebuah berita memang harus dapat menarik pembaca. Akan tetapi, pemberian judul pada isi berita diharapkan terdapat kesesuaian dengan isi berita sehingga kepercayaan pembaca pada berita-berita yang berseliweran di media dapat dikembalikan. Pengembalian kepercayaan pembaca tersebut berkaitan dengan maraknya berita-berita hoax. Seorang pembaca yang kritis tentu akan menganalisis dan menyortir media-media yang layak dibaca pemberitaannya. Hal tersebut tentu akan berdampak pada popularitas media-media itu sendiri.
Keterampilan membaca teks seperti ini telah dilaksanakan di sekolah-sekolah dengan menggerakkan kegiatan literasi sebagai satu di antara alat untuk meningkatkan keterampilan para siswa di abad 21. Oleh karena itu, guru sebagai stick holder pendidikan wajib meningkatkan keterampilan membaca wacana yang hanya bukan sekadar teks. Dalam pengertian seorang guru pada pendidikan dasar harus mampu melihat  teks secara pragmatis.
Dengan menambah pengetahuan dalam penganalisisan wacana, seorang guru dapat  mentransformasikannya kepada siswa melalui kegiatan literasi. Dampak kegiatan ini akan dirasakan secara langsung oleh para siswa. Para siswa akan termotivasi untuk melihat wacana bukan hanya sekadar tulisan dengan makna lugas, melainkan mereka akan mampu menganalisis makna tersembunyi dari teks tersebut. Bukan hanya itu mereka juga akan mampu menyortir berita-berita yang dianggap hoax.
Dengan demikian,  literasi teks secara pragmatis sangat diperlukan dalam peningkatan keterampilan para siswa di abad digital ini sehingga kaitan kata “Oh” dapat diminimalisasikan.